Sholat & Sembahyang
Ketika berwudlu dan mau melaksanakan sholat dhuhur, tiba-tiba muncul pengertian yang datang begitu saja. Pengertian ini memberi penjelasan bahwa antara sholat dan sembahyang itu beda.
Sholat itu sekumpulan gerakan dan doa yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, sedangkan sembahyang yaitu perbuatan hati yang selalu ingat kepada Tuhan, terlebih lagi ketika sedang melaksanakan sholat.
Banyak dari kita ketika melaksanakan sholat, bagaimana caranya untuk segera tuntas dan kewajiban segera selesai, tanpa bisa merasakan kehadiran Illahi di dalam diri sendiri. Rasanya terburu-buru, tidak tenang,kesel kenapa mesti sholat segala.
Jika Anda merasakan seperti itu, saya hanya bisa sharing :
- Pelajari teknik meditasi terutama pada titik God Spot.
- Setelah mengetahui tekniknya, coba terapkan teknik meditasi pada dzikir tengah malam.
- Jika Anda merasakan sesuatu yang berbeda pada meditasi yang dibarengi dengan dzikir, terapkanlah teknik meditasi yang sudah Anda pelajari pada sholat.
- Seiring berjalannya waktu Anda akan menyadari bahwa sholat itu hanyalah gerakan semata, hanyalah cerita belaka seperti kehidupan ini yang digambarkan sangat apik oleh nenek moyang kita pada relief-relief candi borobudur. Dan sejatinya diri kita itu tidak ada apa-apanya dan tidak menginginkan apa-apa, kecuali pengen deket terus dengan Tuhan.
Dalam hal ini saya sendiri juga masih harus banyak belajar, terutama dari kehidupan ini.
Mudah2an kita selalu dilimpahi rahmat dan ampunanNYA. Amien..
September 18, 2008 pada 16:26
setuju mas, banyak diantara kita yg menganggap sholat sekedar sebuah kewajiban. Oleh karenanya kita sholat hanya sekedarnya saja, tanpa ada rasa keterhubungan dengan Allah. Maka tak heran, meski kita sholat minimal 5 kali sehari semalam, tetap saja kita masih tergoda untuk berbuat (atau setidaknya mendekati) dosa.
Masih sulit bagi kita, terutama saya, untuk menganggap sholat sbg sebuah kebutuhan. Kebutuhan utk berkomunikasi dg Allah!
September 19, 2008 pada 15:12
kalo pengen dosa sih coba aja mas, biar gak penasaran. hehe…. tapi kalo takut kebablasan kayak saya, bisa tahunan sembuh dari maksiat.
kalo mau khusyuk coba metode meditasi mas, insya allah bisa memberikan kita ketentraman ketika sholat.
September 25, 2008 pada 9:14
Kadang aku jg berpikir begitu. Agar kita tak lagi punya keinginan berbuat maksiat, kita mesti berbuat maksiat sehebat-hebatnya, sampai kita merasa muak utk melakukannya lagi. Tapi bagaimana kalau sebelum kita mencapai hal tsb, kita sdh di cegat malaikat Jibril? Hayo!